Sabtu, 15 April 2017

makalah studi teks hadits shahih bukhari



A.    Biografi Imam al-Bukhari
Nama aslinya adalah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin al-Mughirah bin Bardizbah. Sedangkan nama panggilan Imam al-Bukhari adalah Abu Abdillah. Ayahnya Ismail bin Ibrahim yang mempunyai paggilan Abu Hasan. Ismail bin Ibrahim adalah salah seorang ulama besar dalam bidang hadis.[1]
Muhammad bin Ismail tumbuh dalam asuhan ibunya. Ketika ia kecil ayahnya telah meninggal. Ibu Muhammad seorang perempuan yang taat beribadah yang dikaruniai karomah. Dikisahkan oleh Ghunjar dalam Tarikh al-Baghdad dan al-Ilka’i dalam Syarah as-Sunnah bahwa pada waktu kecil Muhammad bin Ismail telah buta. Kemudian ibunya bermimpi melihat Nabu Ibrahim a.s. berkata kepadanya: “wahai kaum perempuan, sungguh Allah telah mengembalikan kedua mata putramu karena kamu sering berdoa kepada-Nya.” Perawi menambahkan, “di pagi harinya, sungguh Allah telah mengembalikan penglihatan kedua mata Imam al-Bukhari.”[2]
Muhammad bin Ismail lahir di salah satu kota dari wilayah Khurasan, tepatnya di daerah bernama Bukhara. Bukhara adalah kota tua yang indah. Sebelum Islam masuk, Bukhara merupakan ibukota Samaniyin. Ahli sejarah sepakat bahwa Islam masuk kesana pada masa pemerintahan Daulah Umayyah.
Imam al-Bukhari lahir pada hari jumat setelah shalat jum’at dilaksanakan, tepatnya pada tanggal 13 Syawal tahun 194 H.[3]
Dari sejak kecil, Imam Bukhari sudah hidup dalam lingkungan keluarga yang berilmu dan taat beragama. Ayahnya yang seorang ulama besar dalam bidang hadis dan ibunya orang yang taat beribadah.
Usia yang baru mencapai 10 tahun, Imam Bukhari berkata bahwa ia diberi Ilham untuk menghafal hadis. Usia 16 tahun, ia sudah hafal kitab karya Ibnul Mubarak dan Waqi’ bin al-Jarrah dan ia juga mengerti maksud dari isi kitab tersebut. Usia 18 tahun, ia telah menelurkan karya seputar permasalahan sahabat, tabi’in, dan perkataan-perkataan mereka. Proses penulisan karya ini terjadi pada masa Ubaidillah bin Musa. Ia juga menulis Kitab  at-Tarikh di makam Rasulullah pada malam belasan bulan Qamariyah.
Imam Bukhari berkata, “Dalam karyaku at-Tarikh ini terdapat sedikit nama karena tidak semua nama dan kisah yang telah aku ketahui aku cantumkan. Aku melakukannya supaya kitab ini tidak tebal.”[4]

B.     Kondisi sosial politik era Al-Bukhari
Imam Al-Bukhari hidup pada masa dua periode pemerintahan Abbasiyah, yaitu pada akhir periode pertama dan awal periode kedua. Pada kedua masa ini telah terjadi pergantian pimpinan pemerintahan (khalifah) sebanyak sepuluh kali, mulai dari Abu Musa Muhammad Al-Amin (w.193 H) hingga Abu Abbas Ahmad Al-Mu’tamid (w.256 H). Intensnya pergantian pucuk kekhalifahan disini menunjukkan bahwa kondisi sosial politik saat itu mengalami instabilitas politik dengan banyaknya perebutan kekuasaan anatar saudara keturunan atau bahkan kudeta seperti dari khalifah Al-Amin ke khalifah Al-Makmun atau dari khalifah Al-Mutawakkil ke khalifah Al-Muntasir.
Konflik pun tidak hanya terjadi di dataran pemerintahan atau elit politik saja namun juga pada kalangan intelektual, dimana sebagai contoh adalah pertentangan antara mazhab Kufah dan mazhab Hijaz dalam bidang fikih. Atau antar mazhab Muktazilah, Murji’ah dan Ahlussunnah dalam bidang teologi hingga pemaksaan kasus mihnah Al-Qur’am oleh Muktazilah yang di sokong oleh Khalifah Al-Makmun. Demikian pada masa akhir hayat Al-Bukhari menjadi bukti bahwa Al-Bukhari termasuk korban adanya instabilitas politik pada masa hidupnya.[5]

C.    Kitab Al-Jami’ Ash-Shahih
Nama lengkap kitab ini adalah al-Jami’ al-Musnad al-Shahih al-Mukhtasarmin Umuur Rasulillah Shallallahu Alaihi wa salam wa Sunaihi wa Ayyamihi atau yang kita kenal dengan Shahih Bukhari atau Ringkasan Shahih Bukhari.
Pada buku ini, kami akan melaporkan kerincian dari buku Shahih Bukhari atau Al-Jami’ Ash-Shahih mulai Cover,  Sistematika penulisannya.
1.      Cover
2.      Masa penyusunan
Imam Warraq, muridnya mengatakan, “aku menyusun kitabku ini yang berisi sekitar 600000 hadits dalam jangka waktu 16 tahun.” Namun ia memulai penulisan kitabnya tersebut dengan membuat sistematikanya terlebih dahulu yang berisikan rangkaian kitab-kitab dan bab-bab di dalamnya.
Gurunya Ibnu Adi berujar, bahwa Imam al-Bukhari mengolah data, menganalisa, dan menyusun para perawi yang terkait dengan riwayat dalam bukunya menempati tempat antara makan dan mimbar Nabi di Masjid Nabawi, Madinah, yaitu Raudhah, di mana sekarang terdapat tanda tiang berwarna putih. Ia melakukan shalat dua rakaat sebelum akan mencantumkan pilihannya pada seorang rawi dalam rangkaian silsilah sanad hadis pada kitabnya.”
Abu Ja’far al-Uqaili mengatakan bahwa setelah setelah sang Imam selesai menyusun kitabnya tersebut, ia kemudian pergi menemui Ali bin Al-Madini, Imam Ahmad bin Hanbal, dan Yahya bin Ma’in agar mereka mau mengoreksi dan mengedit kitabnya tersebut. Setelah mereka melihat, membacanya, dan menganalisa keshahihan riwayat di dalamnya, ternyata mereka menyetujui keseluruhan hadits dalam kitabnya tersebut.[6]
3.      Tujuan utama penyusunan al-jami ash-shalih dan gambaran umum sistematikanya
Tujuan  utama:
a.       Pemilihan dan pengumpulan hadis-hadis yang disepakati oleh para ulama hadis sebelum Imam al-Bukhari dan para ulama yang sesama dengannya. Untuk itu dinamakan kitab ini “al-Jami’ al-Musnad al-Shahih al-Mukhtasarmin Umuur Rasulillah Shallallahu Alaihi wa salam wa Sunaihi wa Ayyamihi.”
b.      Menyimpulkan masalah-masalah fikih sekaligus menetapkan darinya beberapa hukum fiqih.
Secara umum kitab Shahih Bukhari ini terdiri atas 97 kitab dan 3.450 bab. Banyaknya terdapat perbedaan dalam menentukan jumlah kitab dan babnya tersebut dikarenakan berbedanya naskah cetakan. [7]
Sistematika penulisannya: bab pertama yang diketengahkan olehnya adalah bab permulaan wahyu (Bada’ al-Wahyu), di mana kita ketahui bahwa wahyu adalah landasan utama syariat Islam. Disusul oleh Kitab Iman, Ilmu, Thaharah, Shalat, Zakat, Puasa, haji. Setelah itu melangkah pada beberapa bab terkait masalah muamalat dengan kitab primernya, Jual-Beli, Murafa’at, Syahadat, Shulh (perdamaian), washiyyah, Waqf, dan Jihad.
Selanjutnya kitab-kitab yang sama sekali tidak mententuh ranah fikih seperti bab Bada’ Khalqu al-‘Ibad (Permulaan Penciptaan Makhluk), biografi para nabi, kisah-kisah yang terkait dengan surga dan neraka, biografi kaum Quraisy, serta keutamaan Sahabat. Disusul kemudian dengan mengetengahkan bab Sirah Nabawiyah, kitab Maghazi (Peperangan), lalu diakhiri dengan kitab Tafsir.
Kemudia Bukhari kembali mengetengahkan bab-bab yang berisi masalah fikih seperti kitab nikah, talak, nafaqah, ath’mah, asyribah, tibb, adab, al-Birr, Shilah, dan Isti’dzan. Diikuti dengan kitab nudzur wal kafarat, kitab hudud, ikrah, ta’bir wal- al-Ru’ya, fitan, ahkam, I’tisham bi al-kitab wa al-Sunnah dan diakhiri dengan kitab Tauhid. Berikut tabel urutan kitab dalam Shahih Al-Bukhari;
Nama Kitab
Jumlah Bab
Nama Kitab
Jumlah Bab
Bad’u al-Wahyi
6
Al-Mukatab
65
Al-Iman
42
Al-Hibah
37
Al-‘Ilm
53
Al-Syahadat
30
Al-Wudhu’
75
Al-Shulh
14
Al-Ghusl
29
Al-Syurut
19
Al-Haidh
30
Al-Washayah
36
Al-Tayamum
9
Al-Jihad wa al-Siyar
199
Al-Shalat
119
Fardhu al-Khumus
20
Mawaqit al-Shalat
41
Al-Jizyah
22
Al-Adzan
166
Bad’u Al-Khalaq
17
Al-Jum’ah
41
Al-Anbiya’
54
Shalat Khauf
6
Al-Manaqib
28
Fi Al-‘Idain
26
Fadhail Ashab al-Nabi
30
Al-Witr
7
Manaqib al-Anshari
53
Al-Istisqa’
29
Al-Maghazi
89
Al-Kusuf
19
Tafsir al-Quran
37
Sujud al-Quran
12
Fadhail al-Quran
125
Taqshiru al-Shalat
20
Al-Nikah
53
Al-Tahajud
37
Al-Thalaq
16
Al-Shalat fi al-masjid Makkah wa Madinah
6
Al-Nafaqat
59
Al-‘Amalu fi Al-Shalat
18
Al-Ath’imah
4
Al-Sahw
9
Al-‘Aqiqah
38
Al-Jana’iz
98
Al-Dzabaih wa al-Shaidu wa al-Tasmiyyah ala Al-Saidi
16
As-Zakat
78
Al-Adhahi
31
Al-Hajj
15
Al-Asyribah
22
Al-Umroh
20
Al-Mardha
58
Al-Muhshar
10
Al-Thibb
102
 Jaza al-Sa’id 
27
Al-Libas
128
Fadhail Madinah
12
Al-Adab
53
Al-Shaum
69
Al-Isti’dzan
69
Shalat Tarawih
1
Al-Du’at
69
Fadhail lailah al-Qadr
5
Al-Riqaq
53
Al-I’tikaf
19
Al-Qadar
16
Al-Buyu’
113
Al-Aiman wa al-Nudzur
33
Al-Salam
8
Al-Kaffarah
10
Al-Sufa
3
Al-faridh
31
Al-Ijarah
22
Al-Hudud
46
Al-Hawalah
3
Al-Diyat
32
Al-Kafalah
5
Al-Ikrah
7
Al-Wakalah
16
Istatabah al-Murtaddin
9
Al-Hartsu wal Muzara’ah
21
Al-Hiyal
15
Al-Syurb
17
Ta’bir al-Rukyat
48
Al-Istiqradh wa Adau’ al-Duyun
20
Al-Fitan
28
Al-Khusumat
10
Al-Ahkam
53
Al-Luqata
12
Al-Tamanniy
39
Al-Mazhalim wal Ghasab
35
Akhbar al-Ahad
9
Al-Syirkah
16
Al-I’tishamu bi al-Kitab
28
Al-Rahn
6
Al-Tauhid
58
Al-‘Itq
20


Pada kitab Shahih al-Bukhari, penyusunan dan pengelompokkan hadis dalam suatu tema sangatlah rapi. Jumlah keseluruhan hadis dalam kitab Shahih Bukhari 7.275 buah.
D.    Fitnah yang Menimpa Bukhari dan Meninggalnya
 Khalid bin Ahmad, seorang penguasa di kawasan Bukhara menyebarkan fitnah melalui Harits bin Abi al-Waraqa’ bahwa Imam al-Bukhari tidak mau menuruti perintah Khalid untuk membawa kitab al-Jami dan at-Tarikh ke istana mengajarkan anak-anaknya. Dengan alasan itu, mereka menjelek-jelekkan Imam Bukhari. Akibat perlakuan tersebut Bukhari pindah mengungsi ke daerah perkampungan di Samarkand yang bernama Bakhratank. Di desa itu ia tinggal bersama kerabatnya
Belum cukup sebulan dari kepergiannya, Khalid bin Ahmad dilengserkan secara hina dan masuk penjara. Sedangkan Harits bin al-Warraqa’ dan keluarganya juga masuk penjara. Inilah murka Allah terhadap mereka.
Belum lama ia tnggal di desa itu, Imam Al-Bukhari menderita sakit. Utusan dari Samarkand meminta agar Bukhari bersedia keluar bersama mereka. Baru berjalan dua puluh langkah, ia meminta untuk dibawa menggunakan tandu. Setelah itu ia meninggal dunia.
Dari debu kuburannya tercium aroma harum menyengat Minyak Misk yang bertahan sampai beberapa hari. Imam Bukhari meninggal pada saat malam Idul Fitri di waktu shalat Isya’ tepatnya pada tahun 256 H dalam usia 62 tahun kurang 13 hari.


[1] Syaikh Ahmad Farid, 60 Biografi Ulama Salaf, diterj. Masturi Ilham, Lc dan Asmu’i Tamam, Lc, Jakarta: Pustaka al-Kautsar, 2006, h. 467.
[2]Syaikh Ahmad Farid, 60 Biografi Ulama Salaf, diterj. Masturi Ilham, Lc dan Asmu’i Tamam, h. 468
[3] Syaikh Ahmad Farid, 60 Biografi Ulama Salaf, diterj. Masturi Ilham, Lc dan Asmu’i Tamam, 469
[4]Syaikh Ahmad Farid, 60 Biografi Ulama Salaf, diterj. Masturi Ilham, Lc dan Asmu’i Tamam, h. 470
[5]Mukhlis Rahmanto, Lc., Biografi Intelektual Imam al-Bukhari, Jakarta: Pustaka al-Kautsar, 2011, h. 82.
[6]Mukhlis Rahmanto, Lc., Biografi Intelektual Imam al-Bukhari,  h.100-101.
[7]Mukhlis Rahmanto, Lc., Biografi Intelektual Imam al-Bukhari,  h. 102.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar